Friday, May 20, 2011

Aplikasi Pendulum di Kasih Agung Reiki

Pengantar
Pada bab-bab  sebelum anda  telah mendapat gambaran singkat tentang aura, jalur antakarana atau jalur energi, dan getaran  gelombang energi elektromagnetik. Boleh jadi anda tidak bisa percaya begitu saja, bila dikatakan seorang praktisi memiliki jalur antakarana selebar tubuh atau selebar 900 meter, atau getaran gelombang energi elektromagnetik  sejauh 50 meter atau 1000 meter. Apa alat ukurnya? Saat ini ternyata sudah diperkenalkan alat ukur yang disebut pendulum atau dosing. Pendulum sudah disahkan penggunaan secara internasional sebagai alat ukur resmi, dengan bentuk dan ukuran tertentu. Para ahli menggunakan pendulum untuk banyak kepentingan. Alat ini tidak hanya dipakai untuk mendeteksi keadaan air di bawah tanah atau mengetahui pertemuan arus negatif dan arus positif di permukaan bumi, tetapi juga dipakai untuk mengukur gelombang energi. Bahkan saat ini dipakai untuk mencari jejak pencuri atau penjahat.
Sampai batas tertentu pendulum juga dipakai untuk mendeteksi jenis penyakit yang dialami seseorang, misalnya apakah penyakit itu masuk dalam kategori penyakit fisik atau non-fisik. Alat ini bisa memberikan jawaban “ya” atau “tidak”. Tetapi anda jangan berharap alat ini akan memberikan jawaban atas pertanyaan  yang dimulai dengan kata “mengapa”. Sebab alat ini tidak akan memberikan jawaban “karena”. Ini sudah menjadi rumusan atau prinsip kerja dalam menggunakan alat ini.
 Bab ini akan lebih spesifik bagaimana pendulum atau dosing ini dimanfaatkan untuk banyak kepentingan, sehingga membuat pekerjaan anda sebagai seorang praktsi Reiki menjadi lebih mudah dan praktis. Tetapi alat ini sesungguhnya bisa digunakan oleh siapa saja, karena yang paling penting adalah tingkat kemahiran dan kepekaan. Ulasan ini akan diakhiri dengan etika dalam menggunakan pendulum.
 
1. Memiliki Keterampilan
Di Kasih Agung Reiki pendulum atau dosing telah disahkan penggunaan untuk mengukur aura, jalur antakarana atau jalur energi, dan panjangnya getaran gelombang energi elektromagnetik, baik untuk praktisi maupun pasien pasca terapi. Karena itu, ketika seorang praktisi di Kasih Agung Reiki berbicara tentang lebar jalur antakarana seseorang 900 meter atau 25 kilometer, maka ini bukan sebuah  omong kosong belaka, tetapi bisa  diukur dengan data, sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Di Kasih Agung Reiki, setiap praktisi diatih agar terbiasa menggunakan alat dosing. Penggunaan alat ini  memang membutuhkan keterampilan.
Saat ini beredar  barbagai jenis alat dosing/pendulum seperti Bandul, Tangkai L, Tangkai Y, dan aurameter. Alat yang paling akrab digunakan di masyarakat adalah pendulum Tangkai L, Tangkai Y, dan Bandul. Gerakan alat atau instrument  disebabkan oleh gerakan otot pemakainya. Meskipun demikian, dalam pengalaman pemakainya, alat ini  bergerak sendiri. Gerakan itu terjadi bukan karena kemauan pemakai atau disengaja, tapi tidak disengaja, seperti saat kita tertawa ketika menyaksikan sebuah  acara lawak, menguap, detak jantung, atau menarik napas. Semua gerakan itu terjadi begitu saja tanpa  sengaja. Begitu juga ketika pendulum  itu bergerak ke kiri atau kanan.
Untuk membantu pemahaman, berikut ini akan diuraikan sekilas apa yang dimaksudkan dengan alat dosing Bandul dan Tangkai L. Bandul adalah benda yang berayun di sekeliling suatu titik tetap yang berperan pula sebagai titik topang. Ayunan ini disebabkan oleh gaya berat yang bekerja pada bandul itu. Bandul sederhana terdiri atas suatu bandulan ringan yang tergantung pada seutas benang. Lintasan bandulan itu disebut busur. Satu periode getaran atau waktu getar ialah waktu yang diperlukan oleh bandulan itu untuk berayun dari ujung kiri ke ujung kanan dan kembali ke kiri.
Bila bandul itu dipindah ke suatu tempat lain, waktu getarnya dapat berubah sedikit karena gaya berat yang berbeda. Makin rendah percepatan gaya berat (makin tinggi tempatnya) makin panjang periode itu. Periode ayun bandul ternyata tidak tergantung pada lebar busur yang ditempuh, melainkan pada panjang tali. Secara matematis, dikatakan bahwa kuadrat periode berbanding lurus dengan panjang tali.
Bandul sederhana seperti yang digunakan dalam jam biasanya terdiri atas sebuah batang dengan pemberat pada salah satu ujung. Sebuah sekrup pada ujung batang memungkinkan pemberat itu digeser naik atau turun. Jika pemberat dinaikkan, waktu ayunnya lebih pendek karena bandul akan berayun lebih cepat, dan jam itu akan berjalan lebih cepat pula. Bantalan yang digunakan untuk menopang bandul sedapat mungkin tidak memiliki gesekan. Sering digunakan akik setajam mata pisau yang bertumpu pada alur lempeng akik.
Sementara Tangkai L adalah alat dosing yang bentuknya seperti hurut “L”. Alat ini bisa dibuat dari material apa saja. Alat ukur ini bisa dibuat dengan  mudah di rumah dengan memotong atau membengkokkan sebuah gantungan baju ke dalam bentuk yang diperlukan. Yang anda butuhkan hanya sepasang tangkai dengan ukuran tertentu, satu untuk masing-masing tangan. Tangkai L dapat dipakai untuk banyak kepentingan, termasuk mencari barang yang hilang dalam rumah, juga dipakai untuk menjawab  pertanyaan “ya” atau “tidak”. Saat memegang alat ini posisi anda boleh duduk atau berdiri, terserah mana yang paling nyaman.
Tetapi yang paling penting, pada saat anda memegang Tangkai L tulang punggung anda harus tegak dan pundak santai. Peganglah bagian yang lebih pendek dengan kuat tapi lembut, dekat ke bagian yang vertikal, namun anda tidak boleh menyentuh tangkai yang horizontal dan lebih panjang. Lengan depan anda harus horizontal, sementara siku membengkok dengan membentuk sudut 90 derajat. Tangan anda harus nyaman dan tidak boleh gemetar, sebaiknya jarak antara kedua tangkai yang memanjang ke depan sekitar 30 cm, tidak boleh terlalu dekat satu sama lain, sebaliknya juga tidak boleh terlalu jauh. Tentu yang paling penting adalah intuisi anda.  
Tangkai L biasanya mempunyai ukuran tertentu. Panjang pegangannya  kurang lebih 10 hingga 12 cm sementara panjang  tangkai 40   hingga 50 cm. Tetapi alat ini tidak boleh terhalang oleh pegangan telapak tangan. Supaya aman biasanya di bagian pegangan diberikan casing.  Alat ini harus bebas bergerak ke kiri dan ke kanan, sehingga dia bisa menangkap signal yang paling halus sekalipun. 
Alat ukur ini, baik Bandul, Tangkai L, Tankai Y, atau yang lain  digunakan untuk mengetahui sesuatu yang tidak kelihatan.  Prinsip kerjanya hanya untuk menjawab “ya” atau “tidak”. Karena itu, hindarilah pertanyaan seperti: mengapa, apa sebab, kapan, di mana, dan sebagainya.
Penggunaan pendulum tentu sangat tergantung dari ketrampilan praksisi yang memakainya, terutama dalam membuat program. Misalnya anda ingin mengetahui keberadaan teman anda yang bernama Ririn misalnya. Saat memengang alat itu, dalam hati anda bertanya, misalnya apakah Ririn berada di rumah atau tidak. Kalau jawaban “ya” berputar ke kanan, sementara kalau “tidak” berputar ke kiri. Tapi saat bertanya anda harus berada dalam posisi netral, tidak  boleh memanipulasi pendulum untuk memberikan jawaban sesuai  yang anda inginkan. Untuk itu dibutuhkan ketrampilan.
            Tentu anda mungkin bertanya, apakah pendulum ini memang bisa memberikan  jawaban yang tepat atas pertanyaan yang diajukan? Dalam penggunaan pendulum ini sangat tergantung kepekaan dari seorang praktisi atau pada extra sensory perception (ESP).  Semua cara kerja pendulum berhubungan dengan ESP. Secara prinsip semua manusia memiliki kemampuan ESP kalau dilatih secara terus menerus. ESP ini juga sering disebut sebagai “indrra keenam” atau six sense. ESP ini akan menangkap gejala-gejala yang nampak di balik fisik atau disebut sebagai metafisika.
            Cara kerja pendulum berdasarkan ESP, meskipun  hanya memberikan jawaban “ya” dan “tidak”. Jadi keterampilan dan kepekaan seorang praktisi sangat diperlukan. Dalam bertanya praktisi tidak boleh mulai dengan “mengapa”, karena pendulum tidak akan menjelaskan “karena”. Tetapi pertanyaan boleh dilakukan secara berurutan, misalnya apakah si A mengalami sakit fisik atau non fisik, kalau sakit fisik berputar ke kanan, non-fisik ke kiri. Kalau jawabannya fisik, maka si praktisi bisa bertanya lebih lanjut, apakah penyakit fisik itu ada di di hati, otak, atau kepala. Saat dosing itu mendeteksi penyakit di bagian tubuh tertentu, maka sebenarnya yang mendeteksi itu bukan alat dosingnya, melainkan indra keenamnya. Indra keenam inilah yang meradiasi ke alat dosing.
            Alat dosing dapat berputar ke kiri atau ke kanan karena sudah diprogram oleh si praktisi. Tetapi yang memprogram adalah indra keenamnya. Karena itu, seorang praktisi harus memiliki kepekaan secara motorik atau keterampilan, baik secara afeksi maupun secara ESP. Alat hanya sebagai media untuk memproyeksikan kemampuannya. Signal yang ditunjukan alat ini hanya untuk memberikan satu kepastian, misalnya seorang pasien sedang memiliki masalah di bagian organ tubuh tertentu.
            Alat dosing ini bisa dipakai untuk mengecek,  apakah jalur energi seseorang mengalami bloking atau tidak, apakah cakra-cakra aktif, apakah ada masalah di cakra seks atau tidak. Yang menelusuri adalah tetap six sense si praktisi yang diproyeksikan ke alat itu. Begitu juga yang mencari solusi tetap si praktisi.  Dengan demikian alat dosing itu bukan benda mistik yang harus dikramatkan. Dia bekerja berdasarkan kemampuan seorang praktisi.
            Di kasih Agung Reiki, alat yang digunakan  oleh para  praktisi untuk mengukur aura, jalur antakarana, dan gelombang energi elektromagnetik, adalah Tangkai L. Untuk mengecek gelombang energi elekromagnetik seorang pasien, maka yang pertama dicek oleh alat ini adalah jalur antakarana di ubun-ubun, dengan jarak 25 cm di atas ubun-ubun. Saat melakukan pengecekan afirmasinya berada pada tatanan spiritual atau energi. Pengecekan lebar jalur antarakara biasanya dilakukan dua kali, yaitu sebelum di-attunement dan setelah attunement Reiki. Tahap selanjutnya adalah mengukur berapa persen cakra yang aktif dalam diri pasien. Semakin banyak cakra yang aktif, maka semakin banyak gelombang energi elektromagnetik yang dilepaskan. Sebaliknya semakin sedikit cakra aktif, gelombang energi Ki yang dilepaskan semakin sedikit,  itu memberikan signal bahwa orang tersebut rentan dengan sakit, karena daya tahan tubuh fisiknya sangat lemah. Kalau hanya 10 persen cakra yang aktif, berarti 90 persen organ tubuh tidak terpelihara dengan baik oleh pusat-pusat energi.
            Contoh afirmasi dalam penggunaan pendudulum: “Reiki guide katakanlah kepada saya lewat pendulum ini, apakah ………. (hal yang ingin ditanyakan), misalnya cakra saya sehat/bersih? Kalau Ya putar ke kanan, kalau tidak ke kiri, yang tegas pendulum!” Amati pendulum anda secara seksama sebelum memutar ke kiri atau ke kanan.  
                        Orang yang terampil menggunakan alat dosing seperti Tangkai L selalu berada dalam kondisi sehat, meskipun belum menjadi praktisi Reiki. Lalu apa hubungan keterampilan dengan hidup sehat?  Seperti yang telah diuraikan di atas, Tangkai L dapat digunakan untuk mendeteksi pusat-pusat energi bumi. Kalau kedua  tangkainya menyilang, maka disitulah letak  titik pusat energi bumi. Seorang praktisi yang sudah mengetahui pusat energi bumi di dalam rumahnya, tinggal saja duduk 3 hingga 5 menit di atasnya, dia akan menjadi sehat. Karena di titik pusat itulah bumi melepaskan life force energy atau energi kehidupan. Kalau dia sering melakukan grounding di atas pusat-pusat energi bumi, maka seluruh cakranya akan bersih. Pasalnya, saat grounding energi Rei membersihkan cakra-cakranya  dari atas, sementara energi Ki yang dilepaskan oleh bumi membersihkan cakra mulai dari bawah. Jadi ketika dia  grounding di situ, dia seperti sedang diterapi oleh energi bumi.
Dari alat ini anda juga bisa mendeteksi apakah rumah yang anda tempati  layak dihuni dan membawa hoki atau tidak, dengan mengukur arus negatif dan arus positif yang dihasilkan bumi saat berputar mengeliling porosnya.   Rumah yang sehat apabila dialiri oleh energi negatif dan energi positif  dengan skala perbandingan yang seimbang.  Skala pengukuran  1-10. Apabila dalam rumah ditemukan jalur negatif  berskala 9 sementara jalur energi positif  berskala 5, maka rumah itu tidak sehat. Karena terlalu banyak dialir energi negatif rumah itu menjadi dingin dan lembab. Orang-orang yang di dalam sering jatuh sakit seperti flu dan gangguan pernapasan.  Dalam batas tertentu bisa menipiskan gelombang energi elektromagnetik penghuninya, sehingga mudah terserang penyakit, baik fisik maupun non-fisik. Sebaliknya kalau terlalu banyak dialiri energi positif dengan skala 10:5, situasi dalam menjadi lebih panas. Penghuninya  mudah terpancing marah atau tersulut untuk bertengkar. Sampai batas tertentu orang akan menjadi lebih mudah stres, meskipun tanpa penyebab yang jelas. Maka yang paling bagus adalah rumah yang skala energinya seimbang, misalnya 7: 8,  8:9  atau 9:10. Skala perbandingan tidak boleh dibawah  5, misalnya 2:3,   baik untuk energi positif maupun negatif, karena energi kehidupan (energi Ki)  yang dilepaskan  oleh bumi di tempat itu sangat tipis, sehingga menurunkan kualitas kesehatan para penghuni di dalamnya.

2. Mencari Obat
            Alat dosing bisa digunakan untuk mencai obat-obat, berupa daun misalnya,  untuk mengobati sakit tertentu. Katakan anda sakit perut, di rumah tidak ada persediaan obat sakit perut, sementara toko obat jauh dari rumah. Apa yang anda bisa lakukan. Kalau anda sudah terampil menggunakan dosing, anda bisa langsung mengambil alat itu, dan kemudian diarahkan kepada daun-daun di depan rumah yang bisa menyembuhkan sakit perut. Apabila anda menggunakan dosing Tangkai L, dan ketika anda mengarahkan ke atas daun tertentu, alat itu langsung memberikan signal dengan saling menyentuh di depan ujungnya atau menyilang, berarti itulah daun yang anda harus ambil untuk mengobati sakit perut. Semuanya menjadi lebih praktis, karena alat ini  bisa memberikan solusi praktis yang mengantar  anda kepada kehidupan yang lebih baik.
              Alat dosing seperti bandul dapat juga anda gunakan untuk mencari obat. Misalnya, anda mempunyai tetangga yang terkena penyakit kanker payudara. Anda tentu ingin membantunya sedapat mungkin dengan mencari obat yang tepat untuk mengobati penyakit itu. Kebetulan, misalnya di dekat meja makan anda tersedia banyak ramuan tradisional, seperti jahe, lengkuas, mengkudu, buah merah papua, buah delima, kunyit, dll.  Anda ingin mengetahui, misalnya, apakah jahe bisa digunakan untuk menyembuhkan kanker payudara, kalau “ya” berputar ke kanan sementara kalau “tidak” berputar ke kiri. Kalau jawabannya “tidak” maka anda harus mencari jenis ramuan lain lagi.
            Anda mungkin bertanya apakah alat dosing atau pendulum ini memang sungguh-sungguh terjamin dapat memberikan jawaban atau arah yang tepat. Yang perlu anda ingat bahwa saat anda menggunakan alat ini, anda harus yakin alat ini dapat dipakai sebagai petunjuk signal, tidak boleh ada keraguan sedikit  pun. Anda harus mengikuti apa yang anda yakini bahwa sesuatu itu  benar. Karena itu, anda terus melatih diri sampai menemukan ketrampilan dan kepekaan. Karena prinsip dasarnya, alat bekerja sesuai dengan kemampuan intuisi, motorik, dan afektif anda. Dengan kata lain, supaya alat ini bisa membaca signal-signal dengan baik, maka and harus punya ESP. Semua orang memiliki ESP, hanya soalnya adalah apakah anda ingin melatihnya atau tidak.
            Dosing juga digunakan untuk mencari benda-benda yang hilang. Anda mungkin terlalu sibuk, sehingga anda kadan-kadang lupa, misalnnya di mana  anda menyimpan arloji atau catatan harian  yang sangat diperlukan karena barangkali  berisi jadwal  meeting  dengan rekan bisnis anda. Anda tidak perlu mencari ke sana kemari karena akan menyita waktu, sehingga membuat anda tertunda masuk kantor. Anda cukup mengambil alat dosing ini, dan tunggu sesaat ke mana alat ini menunjukkan arah. Semuanya kelihatan mudah bukan?
            Anda juga bisa menggunakan alat ini untuk mencari air bawah tanah. Anda bisa menggunakan Tangaki L. Tetapi yang paling bagus adalah Tangkai Y karena alat ini  terkenal paling akurat menunjukkan arah dan posisi air bawah tanah, lengkap dengan kedalaman dan volume air. Begitu ada air dibawahnya, Tangkai Y langsung  ujungnya menukik ke bawah. Tinggal anda menggali atau membornya.
            Selain itu, alat bisa dipakai untuk mencari jejak pencuri. Misalnya, pada suatu hari motor anda diraib oleh pencuri di rumah. Anda mungkin tidak sempat melaporkan kasus pencurian kepada polisi, atau mungkin anda sengaja tidak mau melaporkan kasus itu karena mungkin urusannya berbelit-belit. Anda tinggal mengambil alat dosing Tangkai L untuk mencari jejak pencuri. Anda memberikan afirmasi kepada alat dosing itu  ke mana  pencuri itu membawa kabur motor anda. Alat dosing itu mencari arah dan mengikuti jejak ke mana motor itu dibawa. Begitu sampai di dekat tempat sasaran, alat itu langsung memberikan signal. Kemudian kalau ingin mengetes kebohongan, anda bisa menggunakan bandul.

3. Etika dalam menggunakan pendulum
-          Anda harus mengkaji dulu motivasi anda, apakah yang paling  kuat yang mendorong anda menggunakan pendulum. Selanjutnya tinjaulah kembali apakah topik-topik yang dibahas menyebabkan ketegangan emosi anda, sehingga anda menjadi ketakuktan, penasaran, kesegaan dll. Bila ada hal yang menjadi masalah, tunggulah sampai anda menemukan keseimbangan kembali, atau anda menyuruh teman ada untuk melanjutkan pekerjaan  anda.
-          Pendulum tidak boleh dipakai unuk meramalkan tentang hari depan atau hal yang belum terjadi, karena anda tidak boleh mendahuli kehendak Tuhan
-          Pendulum tidak boleh digunakan untuk meramal tengang nomor lotre atau undian berhadiah, keberuntungan atau taruhan.
-          Yang boleh ditanyakan adalah hal-hal yang sudah berlalu atau yang sedang anda jalani saat ini.
-          Jangan menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan umur seseorang (hidup matinya seseorang misalnya si A umur panjang).
-          Pendulum hanya bisa menjawab “ya” atau “tidak”, sehingga tidak boleh diajukan pertanyaan-pertanyaan seperti mengapa, apa sebab, kapan, di mana, dan sebagainya.
-          Jangan memanipulasi kerjaan pendulum dengan membuat niat harus ke kiri atau ke kanan, karena pendulum akan mengikuti kemauan anda. Anda pasrah saja, tidak boleh memihak ke kiri atau ke kanan.
-          Pendulum juga tidak boleh digunakam untuk mengajukan pertanyaan yang berhubungan dengan orang yang sudah meninggal (roh arwah dll), makhluk dari dunia lain (setan, jin dll), jimat atau kepemilikan lainnya.
Pendulum juga tidak boleh dipakai untuk statement tentang: orang yang tidak percaya terhadap apa yang sedang anda kerjakan, hidup dan kematian, kehidupan masa lalu, hubungan karma dan dosa, tujuan akhir kehidupan dalam hubungan dengan nilai-nilai moral.